Kesiapan file artwork
0/0
Pastikan ukuran artwork mengikuti ukuran produk yang dipesan, termasuk area bleed jika diperlukan.
File artwork harus dibuat sesuai ukuran final produk dan spesifikasi produksi. Jika produk membutuhkan bleed, ukuran file harus lebih besar dari ukuran jadi agar area pinggir tetap aman saat proses potong.
Pastikan Bleed sudah tersedia
Bleed adalah area tambahan di luar ukuran final produk. Area ini penting untuk mencegah munculnya tepi putih jika terjadi sedikit pergeseran saat proses potong.
Pastikan teks, logo, barcode, dan elemen penting berada di dalam area aman.
Elemen penting seperti teks, logo, ikon, barcode, QR code, dan informasi produk sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat dengan garis potong. Ini membantu mencegah elemen penting terpotong saat finishing.
Background warna atau gambar harus diperpanjang sampai area bleed.
Jika desain memiliki warna latar, foto, atau pattern, pastikan elemen tersebut diperpanjang melewati ukuran final sampai area bleed agar hasil potong terlihat bersih.
Hindari memasukkan tanda potong, tanda lipat, atau color bar manual ke dalam artwork.
Tanda potong, tanda lipat, registration mark, atau color bar manual bisa ikut tercetak jika tidak dibuat dengan benar. Tim produksi akan menambahkan mark yang diperlukan sesuai kebutuhan mesin dan proses produksi.
Untuk cetak full color, gunakan mode warna CMYK, bukan RGB.
Warna RGB terlihat terang di layar, tetapi dapat berubah saat dikonversi ke CMYK untuk proses cetak. Menggunakan CMYK sejak awal membantu warna lebih terkontrol saat produksi.
Beri nama channel warna khusus dengan jelas jika menggunakan spot color atau finishing khusus.
Jika desain menggunakan Pantone, tinta khusus, spot UV, foil, varnish, atau finishing khusus lainnya, pastikan warna/channel diberi nama dengan jelas agar tim prepress dapat membedakan area cetak dan area finishing.
Untuk teks hitam kecil, gunakan C=0 M=0 Y=0 K=100.
Teks kecil sebaiknya dibuat dengan pure black atau K=100 agar hasilnya tajam. Hindari rich black untuk teks kecil karena dapat menyebabkan teks terlihat blur jika terjadi pergeseran register warna.
Pastikan total coverage warna tidak berlebihan agar hasil cetak lebih stabil.
Kombinasi warna CMYK yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tinta terlalu tebal, lama kering, atau hasil cetak kurang stabil. Gunakan profil warna yang sesuai untuk menjaga total tinta dalam batas aman.
Resolusi gambar cukup untuk cetak
Gambar dengan resolusi rendah dapat terlihat blur atau pecah saat dicetak. Untuk brosur, packaging, katalog, buku, dan produk yang dilihat dari dekat, resolusi ideal umumnya sekitar 300 DPI.
Pastikan gambar utama menggunakan mode warna yang sesuai untuk proses cetak.
Foto atau gambar utama sebaiknya dikonversi ke CMYK agar warna lebih mudah diprediksi saat produksi. Jika masih RGB, hasil warna dapat berubah saat proses prepress.
Pastikan tidak ada missing image atau link gambar yang hilang.
Jika artwork dibuat di software desain seperti Adobe InDesign, pastikan semua linked images tersedia, update, dan ikut ter-export dengan benar ke file final.
Hindari efek vector terlalu kompleks, terlalu banyak shadow, transparansi, atau path berat.
Desain dengan terlalu banyak efek transparansi, shadow, clipping mask, atau vector kompleks dapat menimbulkan masalah saat proses RIP atau export PDF. Jika perlu, sederhanakan elemen atau flatten bagian tertentu.
Pastikan ukuran font masih aman dan terbaca setelah dicetak.
Font yang terlalu kecil dapat sulit terbaca atau tidak tercetak dengan jelas. Sebagai panduan umum, hindari ukuran font di bawah 6 pt untuk informasi penting.
Pastikan semua font aman agar tidak berubah saat file dibuka di komputer produksi.
ika font tidak di-embed atau diubah menjadi outline/path, teks dapat berubah, hilang, atau tampil berbeda saat file diproses. Ini sangat penting untuk file PDF siap cetak.
Pastikan garis positif dan negatif tidak terlalu tipis.
Garis yang terlalu tipis bisa hilang saat dicetak. Garis gelap di atas background terang sebaiknya cukup tebal, dan garis terang di atas background gelap sebaiknya dibuat lebih tebal agar tetap terlihat jelas.
Jangan membuat garis frame terlalu dekat dengan area potong.
Frame atau border tipis di pinggir desain dapat terlihat tidak rata setelah dipotong. Jika ingin menggunakan frame, buat jarak dan ketebalan yang cukup aman.
Hapus atau sembunyikan dieline, template ukuran, atau panduan yang tidak boleh tercetak.
Jika Anda menggunakan template ukuran, dieline, atau panduan desain, pastikan layer tersebut tidak ikut masuk ke artwork final kecuali memang dibutuhkan sebagai layer khusus untuk produksi.
Gunakan file PDF siap cetak, atau format lain jika diminta oleh tim produksi.
Format yang umum digunakan untuk produksi cetak adalah PDF siap cetak. Untuk kebutuhan tertentu, file TIF atau JPG mungkin bisa digunakan, tetapi sebaiknya mengikuti instruksi produk dan tim prepress.
Gunakan standar PDF print-ready seperti PDF/X jika memungkinkan.
PDF/X membantu menjaga struktur file lebih aman untuk proses cetak. Pastikan file final sudah membawa informasi warna, font, gambar, dan halaman dengan benar.
Jangan mengirim file yang diproteksi password atau terenkripsi.
File yang terkunci dapat menghambat proses prepress karena tim produksi tidak bisa mengecek, membuka, atau memproses file dengan benar.
Pastikan jumlah halaman di file sesuai dengan produk yang dipesan.
Untuk buku, booklet, katalog, annual report, dan company profile, jumlah halaman harus sesuai dengan spesifikasi order agar proses imposition, cetak, dan jilid berjalan benar.
Pastikan urutan halaman benar, terutama untuk buku, katalog, booklet, dan company profile.
Sebelum mengirim file, cek kembali urutan halaman dari awal sampai akhir. Kesalahan urutan halaman bisa menyebabkan hasil jilid atau publikasi tidak sesuai.
Pastikan semua halaman memiliki orientasi yang benar, baik portrait maupun landscape.
Semua halaman dalam dokumen sebaiknya memiliki orientasi yang sesuai dengan spesifikasi produk. Campuran orientasi yang tidak disengaja dapat menyebabkan kesalahan produksi.